View photo
  • 1 month ago
  • 1100

………terdiam dalam indahnya malam itu. walau hanya sekedar lewat telepon , namun percakapan kali ini sungguh terasa berbeda

"Setiap orang punya jalan masing-masing , dan jalan mereka sudah di set dari sananya"

"Dan jalannya aku ternyata sama kamu…"

aku mungkin bisa membayangkan wajah dia saat itu. tersenyum. akupun tersipu malu

"Iya"

akupun hanya mengiyakan , dan akupun tidak tahu mau berkata apa lagi. aku tersenyum mendengarnya.

"Kamu seneng nggak?"

"Kalau lebih dari seneng gimana?" ujarku saat itu.

"Aku serius ih."

"Iya , aku serius. Lebih dari seneng"

dia pun menghela nafas.

"Aku seneeeeng banget. Aku nyamannya sama kamu"

akupun terkekeh. dan rasanya aku tidak mau mengakhiri malam itu , sebenarnya….

View text
  • 1 month ago
View photo
  • 1 month ago
  • 3314
View photo
  • 1 month ago
  • 2548
View photo
  • 1 month ago
  • 4634
View photo
  • 1 month ago
  • 1924
View photo
  • 1 month ago
  • 3550
View photo
  • 1 month ago
  • 1801
View photo
  • 2 months ago
  • 132
View photo
  • 2 months ago
  • 504

31 Mei 2013-31 Mei 2014. Oh.

Mei. Ya , Mei. Bisakah aku membencinya?

Tapi tunggu , aku tidak boleh membenci waktu. Aku hanya benci dengan keadaan saat itu.

31 Mei 2014. Setahun yang lalu. Rasanya entah kenapa semua memori tentang setahun yang lalu tiba-tiba datang , meminta untuk diingat. Tapi aku menolak untuk mengingat. Karena itu sudah cukup sakit untuk diingat.

Bagaimana rasanya , aku yang pada saat itu sudah ditahap akhir untuk meninggalkan bangku menengah pertama , dikejutkan dengan berakhirnya kisah cerita kita yang mungkin sudah setengah tahun lamanya.

Ya , mungkin semua yang negatif tentangmu muncul satu persatu dikepalaku.

Apakah hubungan kita hanya sekedar “hubungan” semata?

Apakah kau tidak mau menyakiti perasaanku saat itu?

Apakah kau tidak sayang lagi padaku? Tapi diakhir kau bilang kau mengakhiri semuanya karena kau sayang padaku. Cih

Apakah adanya kehadirannya aku dihidupmu menjadi “teman” belaka?

Apalah arti aku selama ini?

Aku tidak membencimu. Aku hanya benci dengan semua sikapmu saat itu.

Tapi seakan-akan aku berterima kasih atas semua yang kau lakukan selama itu. Mengajarkanku untuk tidak terlalu percaya pada orang. Karena aku tahu , percaya pada orang suatu saat kita akan menerima yang bukan kita harapkan.

Namun itu semua bukan mauku. Dan bukan maumu.

Tapi , biarlah. Semua kenangan akan menjadi kenangan belaka. Aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku tidak mau.

Sekarang , bahagiaku bukan ada pada dirimu lagi.

Bahagiaku ada pada seseorang , yang bukan sekedar mengumbar janji manis belaka. Yang bukan semata-mata hanya menjadikan aku sebagai “teman”nya saja.

Terimakasih , untuk semuanya. Untuk senangnya , untuk sedihnya , untuk ketawanya , untuk senyumnya , dan untuk sakit dan pahitnya.

View text
  • 2 months ago
View photo
  • 2 months ago
  • 3314
x